Foto: Sekda Aceh bersama Atlit Anggar, dok. acehprov.go.id
Banda Aceh — Dari berbagai sudut, publik membicarakan kapasitas Sekda Aceh, Muhammad Nasir S.IP., MPA, sebagai sosok yang pantas mendapat aplos dari berbagai pihak, khususnya masyarakat Aceh. Aceh telah melewati beberapa kepemimpinan setelah Aceh Damai sejak tahun 2005, Sekdanya selalu menjadi perhatian publik sejak Taqwallah hingga M. Nasir.
Taqwallah punya gaya sendiri, kini Sekda Aceh di bawah kepemimpinan M. Nasir. Dia dekat dengan ASN, masyarakat, kerabat, teman sejawat dan kelompok masyarakat yang seumur dengannya di masa kuliah. Nasir semua menganggap tempat yang pernah disinggahi dan menimba ilmu baik secara orang perorang atau dengan perkumpulan, semua dianggapnya “Candra Dimuka”.
Dari sanalah seakan pribadi itu terbentuk, seakan semua punya jasa padanya. Semua orang dianggap berguna olehnya, tidak kecuali dalam keseharian saat dimana berada dalam Sanggar Atletik Anggar. Sehingga rekan-rekannya mengenangnya, sebagaimana ungkapan Sekretaris Umum Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Aceh yang diangkat oleh SANGGAR TV.My Id.
Dalam dinamika tata kelola pemerintahan Aceh yang sarat tantangan, sosok Muhammad Nasir sebagai Sekretaris Daerah Aceh tampil sebagai figur yang sangat berpengaruh. Ia tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga memainkan peran sebagai pengendali ritme birokrasi, mengharmonikan kebijakan, emosi publik, serta arah kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh).
Menurut Bpk Husaini Banta, Sekretaris Umum Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Aceh, Muhammad Nasir memiliki gaya kepemimpinan yang mirip dengan seorang atlet anggar. Ia memiliki kemampuan untuk membaca situasi, mengambil keputusan yang tepat, dan mengimplementasikan kebijakan dengan efektif.
“Muhammad Nasir S.IP., MPA memiliki kemampuan untuk memahami kebutuhan masyarakat dan dinamika internal pemerintahan. Ia tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan, melainkan mencermati denyut kebutuhan masyarakat dan dinamika internal pemerintahan,” kata Bpk Husaini Banta.
“Muhammad Nasir S.IP., MPA memiliki kemampuan untuk membangun komunikasi yang efektif dengan para pemangku kepentingan, baik di internal pemerintahan maupun dengan publik. Ia menghadirkan kerja nyata sebagai bahasa utama, menjadikan keheningan birokrasi sebagai ruang produktif untuk melahirkan kebijakan yang berdampak,” tambah Bpk Husaini Banta.
Apresiasi publik terhadap Muhammad Nasir S.IP., MPA sangat tinggi. Masyarakat Aceh menilai bahwa ia adalah salah satu pejabat yang paling efektif dalam menjalankan tugasnya.
Masyarakat dan Pemerintah Daerah Aceh juga memberikan Apresiasi yang luar biasa terhadap keberhasilan Muhammad Nasir S.IP., MPA yang merupakan salah satu pejabat yang paling efektif dalam menjalankan tugasnya. Demikian ungkapan yang disampaikan Husaini Banta, Sekretaris Umum IKASI Aceh, kepada awak media (22/4). [*].
