BANDA ACEH – Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, S.IP, M.PA, mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian sebagai langkah mempercepat pemulihan sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi Aceh pascabencana.
Hal itu disampaikan Sekda saat menghadiri Aceh Economic Forum (AEF) Agustus 2026 di Auditorium Teuku Umar, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Banda Aceh, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan turut dihadiri Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah, Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh, serta jajaran Bank Indonesia Provinsi Aceh, di antaranya Kepala Perwakilan BI Aceh Agus Chusaini dan Deputi Kepala Perwakilan BI Aceh Hertha Bastiawan.
Forum bertema “Percepatan Progres Rekonstruksi dan Rehabilitasi Lahan Pertanian untuk Pertumbuhan Ekonomi Aceh yang Terakselerasi” ini menjadi ruang memperkuat sinergi dalam mempercepat pemulihan Aceh.
Sekda menyebutkan, bencana hidrometeorologi berdampak pada sekitar 57.485 hektare sawah dan 60.438 hektare perkebunan. Saat ini, sekitar 40.852 hektare sawah dan 40.418 hektare perkebunan telah dalam proses pemulihan.
Dukungan Kementerian Pertanian untuk pemulihan Aceh mencapai sekitar Rp2,5 triliun, dengan alokasi untuk Pemerintah Aceh sebesar Rp515,2 miliar. Hingga 11 Agustus 2026, realisasi telah mencapai Rp264,4 miliar atau 51,3 persen.
Sekda menegaskan, rehabilitasi lahan harus berjalan seiring dengan pemulihan irigasi dan infrastruktur pendukung agar lahan kembali produktif, petani dapat kembali bekerja, produksi pangan meningkat, dan ekonomi masyarakat bangkit.
Di tengah proses pemulihan, ekonomi Aceh pada Triwulan II 2026 tumbuh 4,86 persen secara tahunan, dengan pertumbuhan Semester I 2026 sebesar 4,48 persen.
Sekda berharap AEF menghasilkan langkah konkret dan terkoordinasi. Pemerintah Aceh, kata dia, siap terus bersinergi dengan Pemerintah Pusat, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengawal rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh.
“Yang ingin kita bangun bukan hanya kembali apa yang telah rusak, tetapi juga fondasi ekonomi Aceh yang lebih kuat, produktif, inklusif, dan tangguh,” ujar Sekda.
Berita Terkait
Rilis Annabi Shallu, Nazar Apache Musisi Aceh Pertama yang Menggunakan Full AI untuk Video Klip Resmi Nazar Shah Alam atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Nazar Apache memang musisi visioner dan tidak pernah kehabisan ide. Dalam rilisan terbarunya di akun YouTube Nazar Shah Alam, dia dengan jenius menggarap video klip menggunakan Artificial Inteligent (AI). Ini merupakan video klip dari musisi Aceh pertama yang secara resmi dan penuh menggunakan AI. Menggunakan Aplikasi Grok AI dan CapCut. Nazar dengan teliti menyusun gambar untuk video berdurasi 4.47 menit tersebut. Dia mengaku sedikit kesulitan membuat kontinitas gambar dengan beberapa potensi corrupt pada saat generating prompt. ”Saya mencoba memberikan tawaran baru dalam dunia visual musik Aceh. Kita harus berani menguji diri dalam dunia yang begitu cepat berubah hari ini. Dan saya puas menyelesaikan ini,” Aku Nazar setelah penayangan video klip Annabi Shallu. Nazar memang bukan sekali ini membuat gebrakan baru dalam industri musik Aceh. Bersama Apache, mereka musisi pertama yang muncul ke pasar dengan gaya indie, tanpa label dan tidak memakai model-model berparas menarik. Mengandalkan kekuatan cerita dan ciri kekampungan dalam video-videonya menjadikan Apache sebagai band yang tidak harus membayar mahal untuk wardrobe dan make-up model pada proses penggarapan video klip mereka. Model-model yang dipilih lebih diutamakan pada kesesuaian dan kebutuhan cerita, sehingga tidak perlu mengandalkan look dan kemewahan. Pada album perdana mereka, Apache dengan berani membuat beberapa video klip diluar kebiasaan video klip Aceh. Sebutlah pada lagu Bek Panik, mereka memakai teknik one shoot-one kill. Di lagu Kaleuh Kuliah mereka membuat gaya nge-vlog dimana penyanyi sendiri yang mengambil gambar video klipnya. Di lagu Meulati dan Meuneuba mereka tidak memakai adegan penyanyi lypsinc, hanya bercerita. Mereka juga mempopulerkan teknik dialog film di pembuka video klip untuk banyak video klip lagunya. Pasar musik Aceh selama ini baru mengenal lagu-lagu buatan AI. Sebagian besarnya justru karya remaking dari karya yang sudah ada sebelumnya. Jika pun ada video yang memakai mode AI pasti hanya klipers, bukan video resminya. Nazar telah meloncat lebih awal. Dan inilah kualitasnya. Dia bergerak beberapa langkah lebih di depan dibandingkan musisi di masanya. Annabi Shallu Tayang di kanal YouTube Nazar Shah Alam